Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 555/KMK.014/1997

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIANOMOR 555/KMK.014/1997 TENTANG NILAI KURS SEBAGAI DASAR PELUNASAN BEA MASUK, PAJAK PERTAMBAHAN NILAI BARANG DAN JASADAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH, PAJAK EKSPOR DAN PAJAK PENGHASILAN YANG BERLAKUUNTUK TANGGAL 10 SAMPAI DENGAN 16 NOVEMBER 1997 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : Mengingat : MEMUTUSKAN : Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG NILAI KURS SEBAGAI DASAR PELUNASAN BEA MASUK, PAJAK PERTAMBAHAN NILAI BARANG DAN JASA DAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH, PAJAK EKSPOR, DAN PAJAK PENGHASILAN YANG BERLAKU UNTUK TANGGAL 10 SAMPAI DENGAN 16 NOVEMBER 1997. Pasal 1 Nilai kurs sebagai Dasar Pelunasan Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Pajak Ekspor, dan Pajak Penghasilan yang berlaku untuk tanggal 10 sampai dengan 16 November 1997, ditetapkan sebagai berikut : 1. Rp. 3.273,00   Untuk dolar Amerika Serikat (USD) 1,- 2. Rp. 2.298,50 Untuk dolar Australia (AUD) 1,- 3. Rp. 270,62 Untuk schilling Austria (ATS) 1,- 4. Rp. 92,48 Untuk franc Belgia (BEF) 1,- 5. Rp. 2.335,92 Untuk dolar Canada (CAD) 1,- 6. Rp. 501,30 Untuk kroner Denmark (DKK) 1,- 7. Rp. 1.898,36 Untuk mark Jerman (DEM) 1,- 8. Rp. 596,32 Untuk franc Perancis (FRF) 1,- 9. Rp. 423,26 Untuk dolar Hongkong (HKD) 1,- 10. Rp. 194,45 Untuk lire Itali (ITL) 100,- 11. Rp. 996,31 Untuk ringgit Malaysia (MYR) 1,- 12. Rp. 1.691,30 Untuk guilder Belanda (NLG) 1,- 13. Rp. 2.047,20 Untuk dolar Selandia Baru (NZD) 1,- 14. Rp. 462,70 Untuk kroner Norwegia (NOK) 1,- 15. Rp. 5.513,30 Untuk poundsterling Inggris (GBP) 1,- 16. Rp. 2.093,30 Untuk dolar Singapura (SGD) 1,- 17. Rp. 437,64 Untuk kroner Swedia (SEK) 1,- 18. Rp. 2.326,56 Untuk franc Swiss (CHF) 1,- 19. Rp. 2.667,48 Untuk yen Jepang (JPY) 100,- 20. Rp. 559,49 Untuk kyat Burma (BUK) 1,- 21. Rp. 90,02 Untuk rupee India (INR) 1,- 22. Rp. 10.844,64 Untuk dinar Kuwait (KWD) 1,- 23. Rp. 74,39 Untuk rupee Pakistan (PKR) 1,- 24. Rp. 93,62 Untuk peso Fhilipina (PHP) 1,- 25. Rp. 18,64 Untuk escudo Portugis (PTE) 1,- 26. Rp. 872,59 Untuk riyal Saudi Arabia (SAR) 1,- 27. Rp. 2.254,14 Untuk peseta Spanyol (ESP) 100,- 28. Rp. 54,81 Untuk rupee Sri Lanka (LKR) 1,- 29. Rp. 84,06 Untuk baht Muangthai (THB) 1,- 30. Rp. 2.071,69 Untuk dolar Brunei Darussalam (BND) 1,- Pasal 2 Dalam hal kurs valuta asing lainnya tidak tercantum dalam Pasal 1, maka nilai kurs yang digunakan sebagai dasar pelunasan adalah kurs harian valuta asing yang bersangkutan terhadap dolar Amerika Serikat dikalikan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan ini. Pasal 3 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal 16 November 1997. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Keputusan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di JakartaPada tanggal 16 November 1997MENTERI KEUANGAN, ttd. MAR’IE MUHAMMAD

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 384/KMK.04/1998

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIANOMOR 384/KMK.04/1998 TENTANG PENILAIAN KEMBALI AKTIVA TETAP PERUSAHAAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : Mengingat : MEMUTUSKAN : Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENILAIAN KEMBALI AKTIVA TETAP PERUSAHAAN. Pasal 1 Wajib Pajak badan dalam negeri dapat melakukan penilaian kembali aktiva tetap perusahaan yang terletak atau berada di Indonesia, dengan syarat telah memenuhi semua kewajiban pajaknya sampai dengan masa pajak terakhir sebelum masa pajak dilakukannya penilaian kembali. Pasal 2 Aktiva tetap perusahaan yang dinilai kembali berdasarkan Keputusan ini adalah aktiva berwujud dalam bentuk tanah, kelompok bangunan, dan bukan bangunan yang tidak dimaksudkan untuk dialihkan atau dijual. Pasal 3 (1) Penilaian kembali aktiva tetap dilakukan berdasarkan nilai pasar atau nilai wajar aktiva tetap pada saat penilaian dilakukan yang ditetapkan oleh perusahaan penilai atau penilai yang diakui oleh pemerintah. (2) Dalam hal nilai pasar atau nilai wajar yang ditetapkan oleh perusahaan penilai atau penilai yang diakui oleh pemerintah ternyata kemudian tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya, maka Direktur Jenderal Pajak akan menetapkan kembali nilai pasar atau nilai wajar aktiva yang bersangkutan. (3) Selisih antara nilai pasar atau nilai wajar dengan nilai buku fiskal aktiva tetap yang dinilai kembali wajib dikompensasikan terlebih dahulu dengan kerugian fiskal tahun berjalan dan sisa kerugian fiskal tahun-tahun sebelumnya yang masih dapat dikompensasikan. Pasal 4 (1) Selisih lebih karena penilaian kembali setelah dilakukan kompensasi kerugian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) dikenakan Pajak Penghasilan yang bersifat final, sebesar 10% (sepuluh persen). (2) Bagi Wajib Pajak yang melakukan penggabungan usaha, Pajak Penghasilan yang terutang sebesar 10% (sepuluh persen) sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) di atas dapat dibayar dalam jangka waktu paling lama 5 (lima) tahun terhitung sejak tahun dilakukannya penilaian kembali aktiva tetap perusahaan. (3) Pajak Penghasilan yang harus dilunasi untuk setiap tahun sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling sedikit sebesar 20% (dua puluh persen) dari jumlah pajak yang terutang, kecuali pelunasan untuk tahun terakhir. Pasal 5 (1) Wajib Pajak yang melakukan penilaian kembali aktiva tetap wajib menyampaikan pemberitahuan kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak yang bersangkutan terdaftar, dengan melampirkan laporan penilaian, neraca penyesuaian yang telah diaudit akuntan publik, penghitungan selisih lebih karena penilaian kembali aktiva tetap dan penghitungan besarnya Pajak Penghasilan yang terutang serta Surat Setoran Pajak (SSP). (2) Kepala Kantor Pelayanan Pajak setelah meneliti pemberitahuan Wajib Pajak, wajib menerbitkan pengesahan atas neraca penyesuaian paling lambat dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak tanggal pemberitahuan diterima dengan lengkap. (3) Apabila setelah jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Kepala Kantor Pelayanan Pajak belum menerbitkan pengesahan maka neraca penyesuaian Wajib Pajak dianggap disetujui. Pasal 6 Apabila Wajib Pajak melakukan penilaian kembali aktiva tetap sebelum akhir tahun pajak, maka kerugian fiskal pada tahun buku yang bersangkutan, sesuai dengan Pasal 3 ayat (3), diperhitungkan sampai dengan dilakukannya revaluasi aktiva tetap tersebut. Pasal 7 (1) Nilai pasar atau nilai wajar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) merupakan dasar penyusutan aktiva mulai tahun pajak dilakukannya penilaian kembali aktiva tetap tersebut. (2) Penyusutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan menggunakan tarif penyusutan berdasarkan masa manfaat dari aktiva tersebut sesuai dengan kelompok aktiva sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1994yang dimulai pada tahun penilaian kembali aktiva. Pasal 8 (1) Wajib Pajak yang telah melakukan penilaian kembali berdasarkan Keputusan ini dan Keputusan Menteri Keuangan sebelumnya, dapat melakukan penilaian kembali. (2) Aktiva tetap yang telah dinilai kembali berdasarkan Keputusan ini dan Keputusan Menteri Keuangan sebelumnya dapat dilakukan penilaian kembali dengan syarat tidak dilakukan pada tahun yang sama, kecuali untuk tahun buku 1998 aktiva yang telah dinilai kembali berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan sebelumnya, dapat melakukan penilaian kembali berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan ini. Pasal 9 (1) Aktiva tetap yang telah dilakukan penilaian kembali dan telah dikenakan Pajak Penghasilan berdasarkan Pasal 4 ayat (1) tidak dapat dialihkan kepada pihak lain sebelum lewat jangka waktu 5 (lima) tahun setelah dilakukannya penilaian kembali. (2) Dikecualikan dari jangka waktu tersebut pada ayat (1) dalam hal aktiva tetap tersebut dialihkan kepada pemerintah atau dialihkan dalam rangka penggabungan, peleburan atau pemekaran usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1994. (3) Apabila Wajib Pajak mengalihkan aktiva tetap dimaksud sebelum lewat jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), maka atas selisih penilaian kembali aktiva tetap tersebut setelah diperhitungkan dengan kompensasi kerugian fiskal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) tetap dikenakan pajak penghasilan yang terutang sebesar 10% seperti dimaksud pada Pasal 4 ayat (1) dan tambahan Pajak Penghasilan yang bersifat final sebesar 15% (lima belas persen). Pasal 10 Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan keputusan ini ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak. Pasal 11 Dengan berlakunya Keputusan Menteri Keuangan ini maka Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 507/KMK.04/1996 tanggal 13 Agustus 1996 dan Nomor 18/KMK.04/1998 tanggal 21 Januari 1998 dinyatakan tidak berlaku lagi. Pasal 12 Keputusan ini mulai berlaku mulai tahun pajak 1998. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Keputusan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.Ditetapkan di JakartaPada tanggal 14 Agustus 1998MENTERI KEUANGAN, ttd BAMBANG SUBIANTO

Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 541/KMK.014/1997

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIANOMOR 541/KMK.014/1997 TENTANG NILAI KURS SEBAGAI DASAR PELUNASAN BEA MASUK, PAJAK PERTAMBAHAN NILAI BARANG DAN JASADAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH, PAJAK EKSPOR DAN PAJAK PENGHASILAN YANG BERLAKUUNTUK TANGGAL 3 SAMPAI DENGAN 9 NOVEMBER 1997 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : Mengingat : MEMUTUSKAN : Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG NILAI KURS SEBAGAI DASAR PELUNASAN BEA MASUK, PAJAK PERTAMBAHAN NILAI BARANG DAN JASA DAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH, PAJAK EKSPOR, DAN PAJAK PENGHASILAN YANG BERLAKU UNTUK TANGGAL 3 SAMPAI DENGAN 9 NOPEMBER 1997. Pasal 1 Nilai kurs sebagai Dasar Pelunasan Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Pajak Ekspor, dan Pajak Penghasilan yang berlaku untuk tanggal 3 sampai dengan 9 November 1997, ditetapkan sebagai berikut : 1. Rp. 3.624,00   Untuk dolar Amerika Serikat (USD) 1,- 2. Rp. 2.538,61 Untuk dolar Australia (AUD) 1,- 3. Rp. 294,15 Untuk schilling Austria (ATS) 1,- 4. Rp. 100,61 Untuk franc Belgia (BEF) 1,- 5. Rp. 2.579,29 Untuk dolar Canada (CAD) 1,- 6. Rp. 645,17 Untuk kroner Denmark (DKK) 1,- 7. Rp. 2.090,11 Untuk mark Jerman (DEM) 1,- 8. Rp. 619,65 Untuk franc Perancis (FRF) 1,- 9. Rp. 468,87 Untuk dolar Hongkong (HKD) 1,- 10. Rp. 211,96 Untuk lire Itali (ITL) 100,- 11. Rp. 1.060,44 Untuk ringgit Malaysia (MYR) 1,- 12. Rp. 1.841,86 Untuk guilder Belanda (NLG) 1,- 13. Rp. 2.258,19 Untuk dolar Selandia Baru (NZD) 1,- 14. Rp. 510,36 Untuk kroner Norwegia (NOK) 1,- 15. Rp. 6.040,34 Untuk poundsterling Inggris (GBP) 1,- 16. Rp. 2.293,96 Untuk dolar Singapura (SGD) 1,- 17. Rp. 478,26 Untuk kroner Swedia (SEK) 1,- 18. Rp. 2.557,80 Untuk franc Swiss (CHF) 1,- 19. Rp. 3.001,74 Untuk yen Jepang (JPY) 100,- 20. Rp. 611,74 Untuk kyat Burma (BUK) 1,- 21. Rp. 99,97 Untuk rupee India (INR) 1,- 22. Rp. 11.987,99 Untuk dinar Kuwait (KWD) 1,- 23. Rp. 82,09 Untuk rupee Pakistan (PKR) 1,- 24. Rp. 103,77 Untuk peso Philipina (PHP) 1,- 25. Rp. 20,30 Untuk escudo Portugis (PTE) 1,- 26. Rp. 966,19 Untuk riyal Saudi Arabia (SAR) 1,- 27. Rp. 2.453,87 Untuk peseta Spanyol (ESP) 100,- 28. Rp. 60,88 Untuk rupee Sri Lanka (LKR) 1,- 29. Rp. 91,75 Untuk baht Muangthai (THB) 1,- 30. Rp. 2.281,78 Untuk dolar Brunei Darussalam (BND) 1,- Pasal 2 Dalam hal kurs valuta asing lainnya tidak tercantum dalam Pasal 1, maka nilai kurs yang digunakan sebagai dasar pelunasan adalah kurs harian valuta asing yang bersangkutan terhadap dolar Amerika Serikat dikalikan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan ini. Pasal 3 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal 3 November 1997. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Keputusan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di JakartaPada tanggal 3 November 1997MENTERI KEUANGAN, ttd. MAR’IE MUHAMMAD

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 383/KMK.04/1998

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIANOMOR 383/KMK.04/1998 TENTANG PENCABUTAN KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 17/KMK.04/1996TENTANG PENYETORAN DAN PEMBERITAHUAN BANTUAN UNTUK PEMBINAAN KELUARGA PRASEJAHTERA DAN KELUARGA SEJAHTERA I MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : Mengingat : MEMUTUSKAN : Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENCABUTAN KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17/KMK.04/1996 TENTANG PENYETORAN DAN PEMBERITAHUAN BANTUAN UNTUK PEMBINAAN KELUARGA PRASEJAHTERA DAN KELUARGA SEJAHTERA I. Pasal 1 Mencabut Keputusan Menteri Keuangan No. 17/KMK.04/1996 tentang Penyetoran dan Pemberitahuan Bantuan Untuk Pembinaan Keluarga Prasejahtera Dan Keluarga Sejahtera I. Pasal 2 Hal-hal yang belum diatur dalam Keputusan ini ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak. Pasal 3 Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal 7 Juli 1998. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Keputusan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.Ditetapkan di Jakartapada tanggal 14 Agustus 1998MENTERI KEUANGAN, ttd BAMBANG SUBIANTO

Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 435/KM.1/2001

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIANOMOR 435/KM.1/2001 TENTANG NILAI KURS SEBAGAI DASAR PELUNASAN BEA MASUK, PAJAK PERTAMBAHAN NILAI BARANG DAN JASA DAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH, PAJAK EKSPOR, DAN PAJAK PENGHASILAN YANG BERLAKU UNTUK TANGGAL 24 SAMPAI DENGAN 30 SEPTEMBER 2001 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : Mengingat : MEMUTUSKAN : Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG NILAI KURS SEBAGAI DASAR PELUNASAN BEA MASUK, PAJAK PERTAMBAHAN NILAI BARANG DAN JASA DAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH, PAJAK EKSPOR, DAN PAJAK PENGHASILAN YANG BERLAKU UNTUK TANGGAL 24 SEPTEMBER SAMPAI DENGAN 30 SEPTEMBER 2001. Pasal 1 Nilai Kurs sebagai Dasar Pelunasan Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Pajak Ekspor, dan Pajak Penghasilan yang berlaku untuk tanggal 24 September sampai dengan 30 September 2001, ditetapkan sebagai berikut : 1. Rp. 9.290,00   Untuk dolar Amerika Serikat (USD) 1,- 2. Rp. 4.565,11 Untuk dolar Australia (AUD) 1,- 3. Rp. 622,00 Untuk schilling Austria (ATS) 1,- 4. Rp. 212,17 Untuk franc Belgia (BEF) 1,- 5. Rp. 5.909,67 Untuk dolar Canada (CAD) 1,- 6. Rp. 1.156,20 Untuk kroner Denmark (DKK) 1,- 7. Rp. 4.377,12 Untuk mark Jerman (DEM) 1,- 8. Rp. 1.304,78 Untuk franc Perancis (FRF) 1,- 9. Rp. 1.191,07 Untuk dolar Hongkong (HKD) 1,- 10. Rp. 442,02 Untuk lire Itali (ITL) 100,- 11. Rp. 2.445,06 Untuk ringgit Malaysia (MYR) 1,- 12. Rp. 3.883,87 Untuk guilder Belanda (NLG) 1,- 13. Rp. 3.783,82 Untuk dolar Selandia Baru (NZD) 1,- 14. Rp. 1.085,21 Untuk kroner Norwegia (NOK) 1,- 15. Rp. 13.587,55 Untuk poundsterling Inggris (GBP) 1,- 16. Rp. 5.307,66 Untuk dolar Singapura (SGD) 1,- 17. Rp. 874,68 Untuk kroner swedia (SEK) 1,- 18. Rp. 5.787,44 Untuk franc Swiss (CHF) 1,- 19. Rp. 7.882,90 Untuk yen Jepang (JPY) 100,- 20. Rp. 1.391,47 Untuk kyat Burma (BUK) 1,- 21. Rp. 193,62 Untuk rupee India (INR) 1,- 22. Rp. 30.489,01 Untuk dinar Kuwait (KWD) 1,- 23. Rp. 144,81 Untuk rupee Pakistan (PKR) 1,- 24. Rp. 181,27 Untuk peso Pilipina (PHP) 1,- 25. Rp. 42,69 Untuk escudo Portugis (PTE) 1,- 26. Rp. 2.477,13 Untuk riyal Saudi Arabia (SAR) 1,- 27. Rp. 5.143,99 Untuk peseta Spanyol (ESP) 100,- 28. Rp. 103,17 Untuk rupee Sri Lanka (LKR) 1,- 29. Rp. 209,66 Untuk baht Thailand (THB) 1,- 30. Rp. 5.345,22 Untuk dolar Brunei Darussalam (BND) 1,- 31. Rp. 8.558,88 EURO (EUR) 1,- Pasal 2 Dalam hal kurs valuta asing lainnya tidak tercantum dalam Pasal 1, maka nilai kurs yang digunakan sebagai dasar pelunasan adalah kurs harian valuta asing yang bersangkutan terhadap dolar Amerika Serikat dikalikan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan ini. Pasal 3 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal 24 September 2001. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Keputusan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di JakartaPada tanggal 24 September 2001MENTERI KEUANGAN ttdDR.BOEDIONO

Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 521/KMK.014/1997

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIANOMOR 521/KMK.014/1997 TENTANG NILAI KURS SEBAGAI DASAR PELUNASAN BEA MASUK, PAJAK PERTAMBAHAN NILAI BARANG DAN JASADAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH, PAJAK EKSPOR DAN PAJAK PENGHASILAN YANG BERLAKUUNTUK TANGGAL 27 OKTOBER SAMPAI DENGAN 2 NOVEMBER 1997 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : Mengingat : MEMUTUSKAN : Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG NILAI KURS SEBAGAI DASAR PELUNASAN BEA MASUK, PAJAK PERTAMBAHAN NILAI BARANG DAN JASA DAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH, PAJAK EKSPOR, DAN PAJAK PENGHASILAN YANG BERLAKU UNTUK TANGGAL 27 OKTOBER SAMPAI DENGAN 2 NOVEMBER 1997. Pasal 1 Nilai kurs sebagai Dasar Pelunasan Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Pajak Ekspor, dan Pajak Penghasilan yang berlaku untuk tanggal 27 Oktober sampai dengan 2 November 1997, ditetapkan sebagai berikut : 1. Rp. 3.612,00   Untuk dolar Amerika Serikat (USD) 1,- 2. Rp. 2.576,08 Untuk dolar Australia (AUD) 1,- 3. Rp. 290,53 Untuk schilling Austria (ATS) 1,- 4. Rp. 99,24 Untuk franc Belgia (BEF) 1,- 5. Rp. 2.599,50 Untuk dolar Canada (CAD) 1,- 6. Rp. 537,61 Untuk kroner Denmark (DKK) 1,- 7. Rp. 2.032,41 Untuk mark Jerman (DEM) 1,- 8. Rp. 611,20 Untuk franc Perancis (FRF) 1,- 9. Rp. 466,21 Untuk dolar Hongkong (HKD) 1,- 10. Rp. 209,69 Untuk lire Itali (ITL) 100,- 11. Rp. 1.076,38 Untuk ringgit Malaysia (MYR) 1,- 12. Rp. 1.819,46 Untuk guilder Belanda (NLG) 1,- 13. Rp. 2.274,48 Untuk dolar Selandia Baru (NZD) 1,- 14. Rp. 506,58 Untuk kroner Norwegia (NOK) 1,- 15. Rp. 5.897,31 Untuk poundsterling Inggris (GBP) 1,- 16. Rp. 2.292,61 Untuk dolar Singapura (SGD) 1,- 17. Rp. 474,24 Untuk kroner Swedia (SEK) 1,- 18. Rp. 2.447,98 Untuk franc Swiss (CHF) 1,- 19. Rp. 2.977,50 Untuk yen Jepang (JPY) 100,- 20. Rp. 609,72 Untuk kyat Burma (BUK) 1,- 21. Rp. 99,74 Untuk rupee India (INR) 1,- 22. Rp. 11.878,65 Untuk dinar Kuwait (KWD) 1,- 23. Rp. 85,38 Untuk rupee Pakistan (PKR) 1,- 24. Rp. 104,93 Untuk peso Piliphina (PHP) 1,- 25. Rp. 20,06 Untuk escudo Portugis (PTE) 1,- 26. Rp. 963,08 Untuk riyal Saudi Arabia (SAR) 1,- 27. Rp. 2.422,40 Untuk peseta Spanyol (ESP) 100,- 28. Rp. 61,23 Untuk rupee Sri Lanka (LKR) 1,- 29. Rp. 98,96 Untuk baht Muangthai (THB) 1,- 30. Rp. 2.309,69 Untuk dolar Brunei Darussalam (BND) 1,- Pasal 2 Dalam hal kurs valuta asing lainnya tidak tercantum dalam Pasal 1, maka nilai kurs yang digunakan sebagai dasar pelunasan adalah kurs harian valuta asing yang bersangkutan terhadap dolar Amerika Serikat dikalikan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan ini. Pasal 3 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal 27 Oktober 1997. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Keputusan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di JakartaPada tanggal 27 Oktober 1997MENTERI KEUANGAN, ttd. MAR’IE MUHAMMAD