| A. |
Umum
Laporan Rutin adalah sajian hasil suatu proses pencatatan/pengolahan yang berisi uraian tentang keadaan dan peristiwa dalam rangka pelaksanaan tugas kedinasan dengan sistem, bentuk, isi dan kode laporan sebagaimana ditentukan dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak ini. |
| B. |
Maksud dan Tujuan
| 1. |
Maksud
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak ini dimaksudkan untuk menjadi pedoman dalam rangka penyampaian Laporan Rutin yang ada di Direktorat Jenderal Pajak. |
| 2. |
Tujuan
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak ini bertujuan untuk mengakomodir adanya perubahan kebutuhan dalam penyampaian Laporan Rutin yang ada di Direktorat Jenderal Pajak. |
|
| C. |
Ruang Lingkup
Dalam Surat Edaran ini mengatur:
| 1. |
Penambahan Laporan Rutin; |
| 2. |
Perubahan bentuk dan isi Laporan Rutin; dan |
| 3. |
Penghapusan Laporan Rutin, |
yang sebelumnya diatur dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-26/PJ/2011. |
| D. |
Dasar
| 1. |
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.01/2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Pajak sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29/PMK.01/2012; |
| 2. |
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 184/PMK.01/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan. |
|
| E. |
Materi
| 1. |
Sehubungan dengan adanya:
| a. |
Usulan perubahan format, bentuk dan isi Laporan Rutin oleh pengguna laporan; |
| b. |
Kebutuhan pengguna laporan akan adanya laporan baru yang bersifat rutin di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak; dan |
| c. |
Pengembangan sistem informasi di Direktorat Jenderal Pajak yang memberikan kemudahan dalam menghasilkan dan menyampaikan Laporan Rutin melalui sistem. |
Maka diperlukan adanya pemutakhiran terhadap Lampiran 1 sampai dengan Lampiran 11 Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-26/PJ/2011 tanggal 31 Maret 2011 tentang Sistem, Bentuk, Isi dan Kode Laporan Rutin di Direktorat Jenderal Pajak. |
| 2. |
Perubahan sistem, bentuk, isi dan kode serta petunjuk pengisian Laporan Rutin adalah sebagaimana pada lampiran Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak ini, dengan uraian sebagai berikut:
| a. |
Lampiran 1, adalah daftar Laporan Rutin yang ada di Direktorat Jenderal Pajak; |
| b. |
Lampiran 2, penanggung jawab pembuatan Laporan Rutin di Direktorat Jenderal Pajak; |
| c. |
Lampiran 3, adalah format Laporan Rutin yang berkaitan dengan Sekretariat Direktorat Jenderal Pajak; |
| d. |
Lampiran 4, adalah format Laporan Rutin yang berkaitan dengan Direktorat Peraturan Perpajakan II; |
| e. |
Lampiran 5, adalah format Laporan Rutin yang berkaitan dengan Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan; |
| f. |
Lampiran 6, adalah format Laporan Rutin yang berkaitan dengan Direktorat Intelijen dan Penyidikan; |
| g. |
Lampiran 7, adalah format Laporan Rutin yang berkaitan dengan Direktorat Ekstensifikasi dan Penilaian; |
| h. |
Lampiran 8, adalah format Laporan Rutin yang berkaitan dengan Direktorat Keberatan dan Banding; |
| i. |
Lampiran 9, adalah format Laporan Rutin yang berkaitan dengan Direktorat Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan; |
| j. |
Lampiran 10, adalah format Laporan Rutin yang berkaitan dengan Direktorat Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat; |
| k. |
Lampiran 11, adalah format Laporan Rutin yang berkaitan dengan Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur. |
|
|
| F. |
Lain-lain
Surat Edaran Direktur Jenderal ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. |