Putusan Pengadilan Pajak Nomor : 67944/PP/M.IXA/19/2016

  Putusan Pengadilan Pajak Nomor : 67944/PP/M.IXA/19/2016

Jenis Pajak  :Bea Masuk
 
Tahun Pajak:2014
 
Pokok Sengketa:bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah penetapan pembebanan tarif bea masuk Pos 1 PIB, klasifikasi pos tarif 8413.19.00.00, jenis barang berupa 20 L Grease Pump TKR, Negara asal China;
Menurut Terbanding:bahwa berdasarkan penelitian lebih lanjut terhadap form E, kolom 7 tertulis jenis barang dan pos tarifnya saja, tidak menjelaskan secara detil name of manufacturer and trade mark. Tidak memenuhi ketentuan point 5 Overleaf Notes;
Menurut Pemohon Banding:bahwa Form E Pemohon Banding ini asli dari Pemerintah China dimana Supplier Pemohon Banding mendapatkan Form E ini dengan menyertakan invoice. Lalu diperiksa oleh Pemerintah China, ketika barang diekspor, maka supplier/eksportir akan memperoleh tax return (pengembalian pajak) yang dihitung dari nilai invoice. Oleh sebab itu Form E kami ini benar benar asli;
Menurut Majelis  :bahwa Pemohon Banding melakukan importasi dengan PIB Nomor: 445821 tanggal 05 November 2014, jenis barang berupa 20 L Grease Pump TKR, Negara asal China, klasifikasi pos tarif 8413.19.00.00 dengan pembebanan tarif bea masuk ACFTA sebesar 0% berdasarkan Form E Nomor: E143800501390321 tanggal 14 Oktober 2014;

bahwa Keputusan Terbanding Nomor: KEP-8683/KPU.01/2014 tanggal 22 Desember 2014 menetapkan PIB Nomor: 445821 tanggal 05 November 2014, jenis barang berupa 20 L Grease Pump TKR, klasifikasi pos tarif 8413.19.00.00, yang menggunakan Form E Nomor: E143800501390321 tanggal 14 Oktober 2014 tidak mendapat preferensi tarif ACFTA dan dikenakan tarif bea masuk yang berlaku umum (MFN) sebesar 5% dengan alasan bahwa dalam kolom 7 Form E tidak dicantumkan nama pemasok (Name of manufacture) sehingga pengisian Form E tidak memenuhi ketentuan Operational Certification Procedures;

bahwa Pemohon Banding dalam Surat Banding Nomor: 053-COIN/IMP/I/15 tanggal 23 Januari 2015 secara eksplisit menyatakan tidak setuju atas penetapan Terbanding dalam Keputusan Nomor: KEP-8683/KPU.01/2014 tanggal 22 Desember 2014 dengan alasan bahwa tarif yang Pemohon Banding beritahukan merupakan tarif untuk barang tersebut yang telah memperoleh Form E dari pemerintah China dan tidak terjadi perbedaan nama pemasok pada PO, Sales Contract, Invoice, Packing list dan Form E sehingga tidak terdapat kriteria sebagai Third Party Invoicing;

bahwa Terbanding menetapkan pembebanan tarif bea masuk atas PIB Nomor: 445821 tanggal 05 November 2014, jenis barang berupa 20 L Grease Pump TKR, klasifikasi pos tarif 8413.19.00.00 dengan pembebanan tarif bea masuk ACFTA sebesar 0%, Negara asal China, menjadi pembebanan tarif bea masuk yang berlaku umum (MFN) dengan alasan berdasarkan penelitian, bahwa supplier AAA Trading Co., Ltd. merupakan perusahaan trading, dalam kolom 7 Form E tidak dicantumkan nama pemasok sehingga pengisian Form E tidak memenuhi ketentuan Operational Certification Procedures dan barang yang diimpor dengan PIB Nomor: 445821 tanggal 05 November 2014 tidak dapat diberikan tarif preferensi berdasarkan skema kerjasama ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA);

bahwa berdasarkan pemeriksaan Majelis terhadap bukti/dokumen pendukung Terbanding dan Pemohon Banding serta fakta persidangan, dapat dikemukakan sebagai berikut:

bahwa yang menjadi pokok sengketa dalam banding ini adalah penetapan pembebanan tarif bea masuk atas 20 L Grease Pump TKR, negara asal China, klasifikasi pos tarif 8413.19.00.00 dengan pembebanan tarif bea masuk ACFTA sebesar 0%, yang diberitahukan oleh Pemohon Banding dengan PIB Nomor: 445821 tanggal 05 November 2014, menjadi pembebanan tarif bea masuk yang berlaku umum (MFN) sebesar 5% dengan alasan bahwa berdasarkan penelitian, supplier AAA Trading Co., Ltd. merupakan perusahaan trading, dalam kolom 7 Form E tidak dicantumkan nama pemasok sehingga pengisian Form E tidak memenuhi ketentuan Operational Certification Procedures dan barang yang diimpor dengan PIB Nomor: 445821 tanggal 05 November 2014 tidak dapat diberikan tarif preferensi berdasarkan skema kerjasama ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA);

bahwa ketentuan yang mengatur ACFTA adalah sebagai berikut:
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2011 tentang Pengesahan Second Protocol To Amend The Agreement On Trade In Goods Of The Framework Agreement On Comprehensive Economic Co-Operation Between The Association Of Southeast Asian Nations And The People’s Republic Of China, yang mengatur bahwa dalam melaksanakan kerjasama ACFTA disepakati untuk menggunakan Revised Operational Certification Procedures (OCP) For The Rules Of Origin Of The ASEAN-China Free Trade Area;Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 117/PMK.011/2012 tanggal 10 Juli 2012 tentang Penetapan Tarif Bea Masuk Dalam Rangka ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA);bahwa Appendix 1: Revised Operational Certification Procedures (OCP) For The Rules Of Origin Of The ASEAN-China Free Trade Area pada Rule 7 menyatakan “The Issuing Authorities shall, to the best of their competence and ability, carry out proper examination of each application for the Certificate of Origin (Form E) to ensure that:
(a)
The application and the Certificate of Origin (Form E) are duly completed in accordance with the requirements as defined in the Overleaf Notes of the Certificate of Origin (Form E), and signed by the authorised signatory;(b)
The origin of the product is in conformity with the Rules of Origin for the ACFTA;(c)
The other statements of the Certificate of Origin (Form E) correspond to supporting documentary evidence submitted;(d)
Description, quantity and weight of products, marks and number of packages, number and kinds of packages, as specified, conform to the products to be exported;(e)
Multiple items declared on the same Certificate of Origin (Form E) shall be allowed subject to the domestic laws, regulations and administrative rules of the importing Party provided each item must qualify separately in its own right;
bahwa Annex 7 OCP of ROO for ATIGA Overleaf Notes Rule 5 menyatakan “Description of Products: The description of products must be sufficiently detailed to enable the products to be identified by the Customs Officers examining them. Name of manufacturer and any trade mark shall also be specified”;

bahwa Pasal 1 Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 117/PMK.011/2012 tanggal 10 Juli 2012 menyatakan “Menetapkan tarif bea masuk atas impor barang dari negara Republik Rakyat China dan negara-negara ASEAN dalam rangka ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA), sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini”;

bahwa Pasal 2 Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 117/PMK.011/2012 tanggal 10 Juli 2012 menyatakan “Pengenaan bea masuk berdasarkan penetapan tarif bea masuk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:
a)
Tarif bea masuk dalam rangka ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) yang lebih rendah dari tarif bea masuk yang berlaku secara umum, hanya diberlakukan terhadap barang impor yang dilengkapi dengan Surat Keterangan Asal (Form E) yang telah ditandatangani oleh pejabat berwenang di negara-negara bersangkutan;b)
Importir wajib mencantumkan Nomor referensi Surat Keterangan Asal (Form E) sebagaimana dimaksud pada huruf a dan kode fasilitas dalam rangka ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA), pada pemberitahuan impor barang;c)
Lembar asli dari Surat Keterangan Asal (Form E) dalam rangka ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) sebagaimana dimaksud pada huruf a, wajib disampaikan oleh importir pada saat pengajuan pemberitahuan impor barang sebagaimana dimaksud pada huruf b di Kantor Pabean pada pelabuhan pemasukan;d)
Dalam hal tarif bea masuk yang berlaku secara umum lebih rendah dari tarif bea masuk dalam rangka ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) sebagaimana tercantum dalam Lampiran, tarif yang berlaku adalah tarif bea masuk yang berlaku secara umum”;
bahwa kolom 7 Form E tertulis “Number and type of packages, description of products (including quantity where appropriate and HS number of the importing Party)”, tidak ada keharusan mencantumkan nama manufacturer;

bahwa Form E Nomor: E143800501390321 tanggal 14 Oktober 2014 telah dicap/stempel dan telah ditandatangani oleh Pejabat berwenang;

bahwa barang impor telah dilengkapi persyaratan prefferensi tarif ACFTA berupa Surat Keterangan Asal (SKA) Form E yang menjelaskan identitas barangnya, telah dicap/stempel, telah ditandatangani oleh Pejabat berwenang China, dan telah dikeluarkan dari Negara China, serta dokumen pengangkut berupa B/L juga diterbitkan dari Negara China yang mencantumkan barang impor berasal dari negara China sehingga SKA (Form E) tersebut adalah sah dan mempunyai hak untuk mendapat preferensi tarif bea masuk ACFTA;

bahwa ACFTA (Form E) merupakan perjanjian Internasional antara Pemerintah dengan Pemerintah (G to G), sehingga tidak mungkin pihak Pemohon Banding (swasta) melakukan konfirmasi kepada pemerintah China untuk mencari bukti tidak sahnya Form E yang telah dikeluarkan oleh Pejabat China. Oleh karenanya Majelis berpendapat bahwa Terbanding sebagai Pejabat Tata Usaha Negara atau Pejabat Pemerintahlah yang berkewajiban membuktikan sah atau tidaknya Form E berdasarkan hasil Konfirmasi yang tegas dari pejabat berwenang Singapore sesuai yang dipersyaratkan dalam Perjanjian ACFTA dengan mengisi kolom 4 Form E;

bahwa Terbanding melalui Surat Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok Nomor: S-4883/KPU.01/2014 tanggal 31 Desember 2014, meminta konfirmasi keabsahan Form E Nomor: E143800501390321 tanggal 14 Oktober 2014 kepada QQ of The People’s Republic of China selaku penerbit Form E. Terbanding menyerahkan Surat QQ of The People’s Republic of China Nomor: 3800501544 tanggal 16 Maret 2015 hal Re: Verification of Certificate of Origin No. E143800501390404, bukan untuk Form E nomor: E143800501390321 tanggal 14 Oktober 2014;

bahwa sampai dengan akhir persidangan Terbanding tidak dapat membuktikan surat dari Pejabat China yang menyatakan Form E Nomor: E143800501390321 tanggal 14 Oktober 2014 yang telah ditandatangani oleh pejabat berwenang China dan distempel/dicap dan dikeluarkan oleh pejabat berwenang China adalah tidak sah, oleh karenanya Majelis berkesimpulan bahwa Form E Nomor: E143800501390321 tanggal 14 Oktober 2014 adalah sah dan mendapat preferensial tarif ACFTA, sehingga pembebanan tarif bea masuk menjadi 0%;

bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dapat Majelis simpulkan bahwa Form E Nomor: E143800501390321 tanggal 14 Oktober 2014 adalah sah dan dapat diterima. Oleh karenanya, atas importasi 20 L Grease Pump TKR, klasifikasi pos tarif 8413.19.00.00, yang diberitahukan dalam PIB Nomor 445821 tanggal 05 November 2014, diberikan preferensi tarif skema ACFTA dan ditetapkan pembebanan tarif bea masuknya sebesar 0%;
Menimbang:bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, Majelis berpendapat bahwa barang impor berupa 20 L Grease Pump TKR, klasifikasi pos tarif 8413.19.00.00, Negara asal China, yang diberitahukan oleh Pemohon Banding dalam PIB Nomor 445821 tanggal 05 November 2014 mendapat preferensi tarif skema ACFTA dengan pembebanan tarif bea masuk sebesar 0%. Oleh karenanya, Majelis berkesimpulan mengabulkan seluruhnya permohonan banding Pemohon Banding dengan membatalkan Keputusan Terbanding Nomor: KEP-8683/KPU.01/2014 tanggal 22 Desember 2014, dan menetapkan pembebanan tarif bea masuk atas PIB Nomor: 445821 tanggal 05 November 2014, jenis barang berupa 20 L Grease Pump TKR, klasifikasi pos tarif 8413.19.00.00, Negara asal China, mendapat preferensi tarif skema ACFTA sebesar 0%;
Mengingat :Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 dan peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perkara ini;
Memutuskan:Mengabulkan seluruhnya permohonan Banding Pemohon Banding terhadap Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: KEP-8683/KPU.01/2014 tanggal 22 Desember 2014 tentang Penetapan atas Keberatan Pemohon Banding Terhadap Penetapan yang Dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai dalam SPTNP Nomor: SPTNP-020155/NOTUL/KPU-TP/BD.02/2014 tanggal 06 November 2014, atas nama XXX, dan menetapkan pembebanan tarif bea masuk atas PIB Nomor: 445821 tanggal 05 November 2014, jenis barang berupa 20 L Grease Pump TKR, klasifikasi pos tarif 8413.19.00.00, Negara asal China, mendapat preferensi tarif skema ACFTA sebesar 0%, sehingga bea masuk dan pajak dalam rangka impor yang masih harus dibayar adalah nihil;

Demikian diputus di Jakarta pada hari Selasa tanggal 08 Desember 2015 berdasarkan musyawarah Majelis IXA Pengadilan Pajak dengan susunan Majelis Hakim dan Panitera Pengganti sebagai berikut:

AA S., SH, MH    
Drs. BB, MM, MH    
Drs. CC, MM    
DD E. N.N    sebagai Hakim Ketua,
sebagai Hakim Anggota,
sebagai Hakim Anggota,
sebagai Panitera Pengganti,

dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari Rabu tanggal 27 Januari 2016 oleh Hakim Ketua dengan dihadiri oleh para Hakim Anggota dan Panitera Pengganti serta tidak dihadiri oleh Terbanding dan Pemohon Banding: