Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor : SE – 33/PJ.6/1998
SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAKNOMOR SE – 33/PJ.6/1998 TENTANG EVALUASI PENERIMAAN PBB TAHUN 1997/1998 SAMPAI DENGAN BULAN MARET 1998 DIREKTUR JENDERAL PAJAK, Sehubungan dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-11/PJ.6/1998 tanggal 14 Mei 1998 dan berdasarkan tanggapan dari seluruh Kanwil DJP, laporan penerimaan PBB tahun 1997/1998 sampai dengan bulan Maret 1998 yang dihimpun oleh Direktorat PBB adalah sebagai berikut : I. Perbandingan realisasi penerimaan dengan rencana penerimaan 1997/1998Realisasi penerimaan PBB yang dicapai sampai bulan Maret 1998 untuk semua sektor sebesar Rp. 2.644.125.618 ribu atau 105,55% dari rencana penerimaan sebesar Rp. 2.505.000.000 ribu. Perbandingan realisasi penerimaan dengan rencana per sektor dapat dilihat pada Tabel berikut :No.SektorRencana 1997/1998Realisasi 1997/1998% (4 : 3)1234512PedesaanPerkotaan214.755.817852.009.183237.998.374839.834.778110,8298,57Jumlah Pds/Pkt1.066.765.0001.077.833.152101,0434 5PerkebunanPerhutanan :a. Non IHHb. IHHPertambangana. Non Migasb. Migas106.000.000227.000.000108.700.000118.300.0001.105.235.00015.635.0001.089.600.00095.532.033205.395.18277.494.340127.900.8421.265.365.25130.566.7511.234.798.50090,1290,4871,29108,12114,49195,50113,33Jumlah APBN2.505.000.0002.644.125.618105,55Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa persentase penerimaan yang tertinggi adalah sektor Pertambangan (114,49%) dan terendah sektor Perkebunan (90,12%).Rincian realisasi penerimaan per Sektor/Dati II/KPPBB/Dati I/Kanwil dapat dilihat pada lampiran surat ini. Perbandingan realisasi penerimaan dengan rencana penerimaan berdasarkan APBN Perubahan 1997/1998Realisasi penerimaan PBB yang dicapai sampai bulan Maret 1998 untuk semua sektor dibandingkan dengan rencana penerimaan berdasarkan APBN Perubahan 1997/1998 per sektor dapat dilihat pada Tabel berikut :No.SektorRencana Perbaikan 1997/1998Realisasi 1997/1998% (4 : 3)1234512PedesaanPerkotaan227.605.000903.020.000237.998.374839.834.778104,5793,00Jumlah Pds/Pkt1.130.625.0001.077.833.15295,3334 5PerkebunanPerhutanan :a. Non IHHb. IHHPertambangana. Non Migasb. Migas112.340.000240.550.000115.188.480125.361.5201.171.485.00016.572.1931.154.912.80795.532.033205.395.18277.494.340127.900.8421.265.365.25130.566.7511.234.798.50085,0485,3967,28102,03108,01184,45106,92Jumlah APBN2.655.000.0002.644.125.61899,59Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa persentase penerimaan yang tertinggi adalah sektor Pertambangan (108,01%) dan terendah sektor Perkebunan (85,04%). II. Perbandingan realisasi penerimaan PBB tahun 1997/1998 dengan tahun 1996/1997 sampai dengan bulan Maret 1998 dapat dilihat pada tabel berikut :No.SektorRealisasi penerimaan%(5 : 3)%(6 – 4)1996/1997%1997/1998%1234567812PedesaanPerkotaan227.434.278768.188.232119,8596,38237.998.374839.834.778110,8298,57104,00109,33-9,032,19Jumlah Pds/Pkt995.622.510100,891.077.833.152101,04108,260,15345PerkebunanPerhutananPertambangan87.174.788206.699.0211.148.145.85290,52100,34116,1995,532,033205.395.1821.265.365.25190,1290,48114,49109,5999,37110,21-0,4-9,86-1,7Jumlah APBN2.437.642.171107,042.644.125.618105,55108,47-1,49Bila dibandingkan dengan penerimaan tahun 1996/1997 periode yang sama, terlihat bahwa persentase pencapaian rencana penerimaan mengalami penurunan kecuali untuk sektor Perkotaan. III. Perbandingan realisasi penerimaan PBB tahun 1997/1998 dengan pokok tahun 1997 dapat dilihat pada tabel berikut :No.SektorRencana 1997/1998Realisasi 1997/1998% (4 : 3)1234512PedesaanPerkotaan272.313.9231.058.325.749237.998.374839.834.77887,4079,36Jumlah Pds/Pkt1.330.639.6721.077.833.15281,0034 5PerkebunanPerhutanan :a. Non IHHb. IHHPertambangana. Non Migasb. Migas99.653.109223.319.06393.191.410130.127.6531.207.227.47033.060.6051.174.166.86595.532.033205.395.18277.494.340127.900.8421.265.365.25130.566.7511.234.798.50095,8691,9783,1698,29104,8292,46105,16Jumlah APBN2.860.839.3142.644.125.61892,42Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa persentase penerimaan atas pokok yang tertinggi adalah sektor Pertambangan (104,82%) dan terendah sektor Perkotaan (79,36%). IV. Tabel berikut ini menyajikan jumlah Kanwil DJP, KP, PBB, Dati I dan Dati II yang mencapai/melampaui rencana penerimaan 1997/1998.Kanwil DJPJumlahKP.PBBDati IDati IIKP.PBBYang telah mencapai rencana penerimaanPds dan PktAPBNKP.PBBDati IDati IIDati IDati II12345678910IIIIIIVIVIIVIIIIXXXIXIIXIIIXIVXV1061051314156574752241121222242282127526403713162812421884311113155472742100121222142201714123373712142884015106911014152574752230121122242271824122373871427114216Jumlah1072731384202669524284 V. Peringkat persentase realisasi penerimaan sampai dengan Maret 1998 dapat disusun sebagai berikut : Susunan peringkat untuk sektor Pds dan PktKanwil DJPPeringkat tertinggiPeringkat terendahPeringkatKanwil%PeringkatKanwil%123XIVXIIXV124,17117,36116,29131211VIIIIII91,1394,2396,52KP.PBBPeringkat tertinggiPeringkat terendahPeringkatKP.PBB%PeringkatKP.PBB%12345KisaranPalopoTebing TinggiP. SidempuanKendari157,91153,02148,32146,81146,37107106105104103RengatMeulabohSingkawangPekanbaruJakarta Barat67,9174,2483,4083,9784,23Daerah Tingkat IPeringkat tertinggiPeringkat terendahPeringkatDati I%PeringkatDati I%12345Sulawesi TenggaraBaliTimor TimurKalimantan TengahMaluku140,37132,44127,30124,94121,632726252423JambiDKI JakartaBengkuluRiauSulawesi Utara89,6091,1391,1692,1492,71Daerah Tingkat IIPeringkat tertinggiPeringkat terendahPeringkatDati II%PeringkatDati II%12345678910Kb. BaucauKb. BerauKb. ViquequeKb. LautemKb. BobonaroKb. KendariKb. AsahanKb. Tapa UtaraKb. Maluku TengahKb. Manufahi326,83254,37226,53221,66212,94201,02196,82196,25187,70184,21309308307306305304303302301Kb. NabireKb. Tanah LautKb. Indragiri HilirKb. OKIKb. BengkalisKb. Sar. BlangkoKb. Aceh BaratKb. PekalonganKb. NiasKm. Bengkulu43,5247,3652,7155,0465,3666,1968,0770,5271,8973,98Susunan peringkat untuk rencana penerimaan APBNKanwil DJPPeringkat tertinggiPeringkat terendahPeringkatKanwil%PeringkatKanwil%123XIVXVXII120,91118,77118,61131211VIXVII91,8499,00102,02KP.PBBPeringkat tertinggiPeringkat terendahPeringkatKP.PBB%PeringkatKP.PBB%12345BiakKupangWatamponeDenpasarUngaran199,93132,68131,17130,94127,58107106105104103SingkawangJakarta BaratPalangkarayaJakarta PusatBandung Satu78,2585,5485,7889,1789,75Daerah Tingkat IPeringkat tertinggiPeringkat terendahPeringkatDati I%PeringkatDati I%12345BaliNTTIrian JayaSulawesi SelatanTimor Timur127,63123,67119,86119,65118,352726252423DKI JakartaKalimantan BaratLampungKalimantan TengahJawa Barat91,8496,5399,78100,20102,02Daerah Tingkat IIPeringkat tertinggiPeringkat terendahPeringkatDati II%PeringkatDati II%12345678910Kb. NabireKb. PaniaiKb. Puncak JayaKb. KupangKb. SidrapKb. BeluKb. BadungKm. JayapuraKm. Tem Teng UtaraKb. Tim Teng Sel380,86369,75352,24169,22155,49150,56147,25144,23143,97143,71311310309309308307306305304303Kb. SambasKb. KapuasKb. SanggauKb. JayapuraKm. Jakarta BaratKm. Bandar LampungKm. PekalonganKm. Jakarta PusatKb. KolakaKm. Bandung74,8279,9080,1484,1285,5487,3487,4389,1789,2789,75 VI. Pencapaian rencana penerimaan Sektor Pedesaan dan Perkotaan : Dari 13 Kanwil DJP yang tidak dapat mencapai/melampaui rencana penerimaan Pedesaan dan Perkotaan sebanyak 3 Kanwil DJP yaitu Kanwil II, III dan VI.Dari 107 KPPBB yang dapat mencapai/melampaui rencana penerimaan Pedesaan dan Perkotaan sebanyak 84 KPPBB.Dari 27 Dati I yang dapat mencapai/melampaui rencana penerimaan Pedesaan dan Perkotaan sebanyak 20 Dati IDari 313 Dati II yang dapat mencapai/melampaui rencana penerimaan Pedesaan dan Perkotaan sebanyak 266 Dati II. Demikian disampaikan untuk dipergunakan seperlunya. A.n. DIREKTUR JENDERAL PAJAKDIREKTUR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN ttd, HASAN RACHMANY
Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor : SE – 31/PJ.6/1998
SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAKNOMOR SE – 31/PJ.6/1998 TENTANG RENCANA PENERIMAAN PBB DAN BPHTB TAHUN ANGGARAN 1998/1999 PERBAIKAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK, Sehubungan dengan selesainya pembahasan akhir perubahan RAPBN Tahun Anggaran 1998/1999, dengan ini disampaikan Rencana Penerimaan PBB dan BPHTB Tahun Anggaran 1998/1999 Perbaikan sebagai berikut : Demikian disampaikan untuk dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. A.n. DIREKTUR JENDERAL PAJAKDIREKTUR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN ttd HASAN RACHMANY
Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor : SE – 11/PJ.6/1998
SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAKNOMOR SE – 11/PJ.6/1998 TENTANG EVALUASI SEMENTARA PENERIMAAN PBB TAHUN 1997/1998 SAMPAI DENGAN BULAN MARET 1998 DIREKTUR JENDERAL PAJAK, Berdasarkan laporan penerimaan PBB tahun 1997/1998 sampai dengan bulan Maret 1998 yang dihimpun oleh Direktorat PBB, dengan ini diberitahukan bahwa realisasi penerimaan PBB tahun 1997/1998 sebagai berikut : I. Perbandingan realisasi penerimaan dengan rencana penerimaan 1997/1998Realisasi penerimaan PBB yang dicapai sampai bulan Maret 1998 untuk semua sektor sebesar Rp. 2.643.010.461 ribu atau 105.51% dari rencana penerimaan sebesar Rp. 2.505.000.000 ribu. Perbandingan realisasi penerimaan dengan rencana per sektor dapat dilihat pada Tabel berikut :(ribuan rupiah)No.SektorRencana1997/1998Realisasi1997/1998%(4 : 3)1234512PedesaanPerkotaan214.755.817852.009.183240.267.372837.751.016111,8898,33 Jumlah Pds/Pkt1.066.765.0001.078.018.388101,0534 5PerkebunanPerhutanan :a. Non IHHb. IHHPertambangana. Non Migasb. Migas106.000.000227.000.000108.700.000118.300.0001.105.235.00015.635.0001.089.600.00096.474.802204.564.28574.902.453129.661.8321.263.652.98630.652.9011.233.000.08591,0190,1268,91109,60114,33196,05113,16 Jumlah APBN2.505.000.0002.642.710.461105,51Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa persentase penerimaan yang tertinggi adalah sektor Pertambangan (114,33%) dan terendah sektor Perkotaan (98,33%). Rincian realisasi penerimaan per sektor/Dati II/KPPBB/Dati I/Kanwil dapat dilihat pada Lampiran. Perbandingan realisasi penerimaan dengan rencana penerimaan berdasarkan APBN Perubahan 1997/1998Realisasi penerimaan PBB yang dicapai sampai bulan Maret 1998 untuk semua sektor dibandingkan dengan rencana penerimaan berdasarkan APBN Perubahan 1997/1998 per sektor dapat dilihat pada Tabel berikut :(ribuan rupiah)No.SektorRencana Perbaikan1997/1998Realisasi1997/1998%(4 : 3)1234512PedesaanPerkotaan227.605.000903.020.000240.267.372837.751.016105,5692,77 Jumlah Pds/Pkt1.130.625.0001.078.018.38895,3534 5PerkebunanPerhutanan :a. Non IHHb. IHHPertambangana. Non Migasb. Migas112.340.000240.550.000115.188.480125.361.5201.171.485.00016.572.1931.154.912.80796.474.802204.564.28574.902.453129.661.8321.263.652.98630.652.9011.233.000.08585,8885,0465,03103,43107,87184,97106,76 Jumlah APBN2.655.000.0002.642.710.46199,54Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa persentase penerimaan yang tertinggi adalah sektor Pertambangan (107,87%) dan terendah sektor Perhutanan (85,04%). II. Perbandingan realisasi penerimaan PBB tahun 1997/1998 dengan tahun 1996/1997 sampai dengan bulan Maret 1998 dapat dilihat pada tabel berikut :(ribuan rupiah)No.SektorRealisasi penerimaan%%1996/1997%1997/1998%(5 : 3)(6 – 4)1234567812PedesaanPerkotaan227.434.278768.188.232119,8596,38240.267.372837.751.016111,8898,33105,64109,06-7,971,95 Jumlah Pds/Pkt995.622.510100,891.078.018.388101,05108,280,16345PerkebunanPerhutananPertambangan87.174.788206.699.0211.148.145.85290,52100,34116,1996.474.802204.564.2851.263.952.98691,0190,12114,33110,6798,97110,090,49-10,22– 1,86 Jumlah APBN2.437.642.171107,042.643.010.461105,51108,42- 1,53Bila dibandingkan dengan penerimaan tahun 1996/1997 periode yang sama, terlihat bahwa persentase pencapaian rencana penerimaan mengalami penurunan kecuali untuk sektor Perkotaan dan Perkebunan. III. Perbandingan realisasi penerimaan PBB tahun 1997/1998 dengan pokok tahun 1997 dapat dilihat pada tabel berikut :(ribuan rupiah)No.SektorPokok Ketetapan1997Realisasi1997/1998%(4 : 3)1234512PedesaanPerkotaan272.313.9231.058.325.749240.267.372837.751.01688,2379,16 Jumlah Pds/Pkt1.330.639.6721.078.018.38881,0234 5PerkebunanPerhutanan :a. Non IHHb. IHHPertambangana. Non Migasb. Migas99.653.109223.319.06393.191.410130.127.6531.207.227.47033.060.6051.174.166.86596.474.802204.564.28574.902.453129.661.8321.263.652.98630.652.9011.233.000.08596,8191,6080,3799,64104,6792,72105,01 Jumlah APBN2.860.839.3142.642.710.46192,38Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa persentase penerimaan atas pokok yang tertinggi adalah sektor Pertambangan (104,67%) dan terendah sektor Perkotaan (79,16%). IV. Tabel berikut ini menyajikan jumlah Kanwil DJP, KP.PBB, Dati I dan Dati II yang mencapai/melampaui rencana penerimaan 1997/1998.Kanwil DJPJumlahKP.PBBDati IDati IIKP.PBBYang telah mencapai rencana penerimaanPds dan PktAPBN KP.PBBDati IDati IIDati IDati II12345678910IIIIIIVVIVIIIIXXXIXIIXIIIXIVXV1061051314156574752241121222242282127526403713162812421884311114155472752100121222142201713122363710142884018106911014152474752230121222242262024122373781327114116Jumlah1072731386202649425283 V. Peringkat persentase realisasi penerimaan sampai dengan Maret 1998 dapat disusun sebagai berikut : Susunan peringkat untuk sektor Pds dan PktKanwil DJPPeringkat tertinggiPeringkat terendahPeringkatKanwil%PeringkatKanwil%123XVXIVXII128,60124,26117,36131211VIIIIII91,1394,1496,50KP.PBBPeringkat tertinggiPeringkat terendahPeringkatKP.PBB%PeringkatKP.PBB%12345KisaranPalopoUngaranTebing TinggiP. Sidempuan157,91153,02148,47148,32146,80107106105104103RengatMeulabohSingkawangPekanbaruJakarta Barat67,7474,0080,8683,9184,23Daerah Tingkat IPeringkat tertinggiPeringkat terendahPeringkatDati I%PeringkatDati I%12345Sulawesi TenggaraIrian JayaBaliKalimantan BaratMaluku140,37133,78132,68132,44124,912726252423JambiDKI JakartaBengkuluRiauSulawesi Utara90,2091,1391,1692,1092,71Dati I yang seluruh Dati II di wilayahnya berhasil mencapai/melampaui rencana penerimaan sektor Pedesaan dan Perkotaan :1) Jawa Timur2) Sulawesi Selatan3) Bali4) Timor Timur5) Irian Jaya6) Kalimantan Timur7) Sulawesi Tenggara8) Nusa Tenggara Timur9) MalukuDaerah Tingkat IIPeringkat tertinggiPeringkat terendahPeringkatDati II%PeringkatDati II%12345678910Kb. AinaroKb. BaucauKb. BerauKb. ViquequeKb. LautemKb. BobonaroKb. KendariKb. AsahanKb. Tapa UtaraKb. Maluku Tengah362,05326,83254,37226,53221,66212,94201,01196,82196,24187,70311310309308307306305304303302Kb. Tanah LautKb. MubaKb. Indragiri HilirKb. OKIKb. BengkalisKb. Sar. BlangkoKb. Aceh BaratKb. PekalonganKb. NiasKm. Bengkulu47,3647,9952,7055,0465,2266,1968,0770,5271,8973,98Susunan peringkat untuk rencana penerimaan APBNKanwil DJPPeringkat tertinggiPeringkat terendahPeringkatKanwil%PeringkatKanwil%123XIVXVXII120,73118,77118,61131211VIXVII91,8499,04102,02KP.PBBPeringkat tertinggiPeringkat terendahPeringkatKP.PBB%PeringkatKP.PBB%12345BiakWatamponeKupangDenpasarUngaran199,93140,11132,58130,94130,61107106105104103SingkawangJakarta BaratPalangkarayaJakarta PusatBandung Satu78,6085,5485,7389,1789,75Daerah Tingkat IPeringkat tertinggiPeringkat terendahPeringkatDati I%PeringkatDati I%12345BaliNTTIrian JayaSulawesi SelatanTimor Timur127,63123,67119,86119,65117,152726252423DKI JakartaKalimantan BaratLampungKalimantan TengahJawa Barat91,8496,6199,78100,07102,02Daerah Tingkat IIPeringkat tertinggiPeringkat terendahPeringkatDati II%PeringkatDati II%12345678910Kb. NabireKb. PaniaiKb. Puncak JayaKb. KupangKm. Tebing TinggiKb. SoppengKb. SidrapKm. JayapuraKb. BeluKb. Badung376,60369,75364,78169,22160,11156,47155,49153,33150,56147,25311310309308307306305304303302Kb. SambasKb. KapuasKb. SanggauKb. JayapuraKm. Jakarta BaratKm. Bandar LampungKm. PekalonganKm. Jakarta PusatKb. KolakaKm. Bandung75,2779,9080,4384,1285,5487,3487,4389,1789,2789,75 VI. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dari realisasi penerimaan PBB tahun 1997/1998 Pencapaian rencana penerimaan Sektor Pedesaan dan Perkotaan :Dari 13 Kanwil DJP yang tidak dapat mencapai/melampaui rencana penerimaan Pedesaan dan Perkotaan sebanyak 3 Kanwil DJP yaitu Kanwil II, III dan VI.Dari 107 KPPBB yang dapat mencapai/melampaui rencana penerimaan Pedesaan dan Perkotaan sebanyak 86 KPPBB atau 80,37%.Dari 27 Dati I yang dapat mencapai/melampaui rencana penerimaan Pedesaan dan Perkotaan sebanyak 20 Dati I atau 74,07%.Dari 313 Dati II yang dapat mencapai/melampaui rencana penerimaan Pedesaan dan Perkotaan sebanyak 264 Dati II atau 84,34%.Realisasi penerimaan PBB Sektor Pedesaan dan Perkotaan tahun 1997/1998 nasional adalah 81,02% dari besarnya pokok ketetapan tahun 1997. Pokok ketetapan tahun 1996 yang belum tercairkan sebesar 18,98% x Rp. 1.330.639.672 ribu = Rp. 252.555.409,75 ribu.Apabila tidak ada upaya untuk mencairkan tunggakan dan upaya penghapusan piutang PBB yang tidak dapat ditagih lagi sejalan dengan kegiatan pendataan/pemutakhiran data untuk diperolehnya akurasi data OP/WP, maka dari tunggakan PBB yang terjadi setiap tahun akan menjadi akumulatif tunggakan yang akan membesar dan akan menjadi beban serta menggambarkan kurang efektifnya pelaksanaan pemungutan PBB. Pencapaian rencana penerimaan Sektor Perkebunan dan Perhutanan Non IHHRealisasi penerimaan Sektor Perkebunan sebesar Rp. 96.474.802 ribu adalah 91,01% dari rencana penerimaan atau 96,81% dari pokok ketetapan.Realisasi penerimaan Sektor Perhutanan Non IHH sebesar Rp. 74.872.654 ribu adalah 68,88% dari rencana penerimaan atau 80,34% dari pokok ketetapan.Mengingat OP/WP Sektor Perkebunan dan Sektor Perhutanan Non IHH umumnya termasuk WP potensial Badan yang jumlahnya relatif kecil, kiranya pelaksanaan pemungutannya masih dapat di intensifikasikan lagi dan dilaksanakannya penagihan aktif. Untuk mengoptimalkan pelaksanaan pemungutan PBB dan mendapatkan hasil yang maksimal sekaligus dapat mengamankan rencana penerimaan Pedesaan dan Perkotaan serta APBN tahun anggaran selanjutnya, kiranya perlu diupayakan hal-hal sebagai berikut :Peningkatan kerja sama dan kegiatan Tim Intensifikasi PBB Tingkat Pusat, Tingkat I dan Tingkat II. Pemantauan dan pembinaan pelaksanaan pemungutan PBB khususnya di daerah-daerah yang realisasi dan pencairan atas pokok ketetapan sangat rendah.Peningkatan tertib administrasi pemungutan PBB dan inventarisasi tunggakan PBB untuk diperolehnya tunggakan riil yang masih dapat ditagih untuk selanjutnya dilaksanakan.-Penghapusan piutang PBB yang sudah tidak dapat ditagih lagi sesuai dengan ketentuan dalam Keputusan Dirjen Pajak No : Kep-45/PJ.6/1996 tanggal 22 Juli 1996.-Penerbitan Surat Tagihan Pajak (STP) dan pelaksanaan penagihan sesuai dengan ketentuan dalam Keputusan Dirjen Pajak No : Kep-46/PJ.6/1996 tanggal 22 Juli 1996. Dalam rangka tertib pelaksanaan pembagian dana APBN Penerimaan PBB Bagian Pemerintah Pusat Tahun 1998/1999 dan sejalan dengan tertib administrasi pemungutan PBB :Para Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak dan Kepala Kantor Pelayanan PBB agar meneliti kembali angka realisasi penerimaan PBB untuk masing-masing wilayah kerjanya dan per sektor serta memastikan dalam angka penerimaan Sektor Pedesaan dan Perkotaan per Daerah Tingkat II tidak termasuk bagian penerimaan sektor lainnya. (Misalnya eks penerimaan dari pembayaran emplasement Sektor Perkebunan, Perhutanan, Pertambangan Migas dan Non Migas).Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak menghimpun laporan pembetulan dari para Kepala Kantor Pelayanan PBB di wilayahnya, selanjutnya menyampaikan kepada Kantor Pusat Ditjen Pajak, Direktorat PBB selambatnya 15 Juni 1998. Demikian disampaikan untuk dipergunakan seperlunya. A.n. DIREKTUR JENDERAL PAJAKDIREKTUR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN ttd MACHFUD SIDIK
Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor : SE – 09/PJ.6/1998
SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAKNOMOR SE – 09/PJ.6/1998 TENTANG USULAN RENCANA PENERIMAAN PBB APBN PERBAIKAN TAHUN 1998/1999 DIREKTUR JENDERAL PAJAK, Dalam rangka pengamanan penerimaan PBB tahun 1998/1999 perlu dilakukan optimalisasi pemungutan PBB, maka Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak menetapkan Rencana Penerimaan PBB APBN Perbaikan tahun 1998/1999 dengan penjelasan sebagai berikut : Demikian disampaikan untuk dapat dilaksanakan. A.n. DIREKTUR JENDERAL PAJAKDIREKTUR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN ttd MACHFUD SIDIK
Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor : SE – 02/PJ.6/1998
SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAKNOMOR SE – 02/PJ.6/1998 TENTANG EVALUASI PENERIMAAN PBB S/D BULAN NOVEMBER 1997 DIREKTUR JENDERAL PAJAK, Berdasarkan Laporan Penerimaan PBB yang dihimpun oleh Direktorat PBB, dengan ini diberitahukan bahwa realisasi penerimaan PBB sampai dengan bulan November 1997 adalah sebagai berikut : Demikian, untuk menjadi perhatian. A n. DIREKTUR JENDERAL PAJAKDIREKTUR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN ttd. MACHFUD SIDIK
Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor : SE – 01/PJ.6/1998
SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAKNOMOR SE – 01/PJ.6/1998 TENTANG RENCANA PENERIMAAN PBB DAN BPHTB TAHUN 1998/1999 DIREKTUR JENDERAL PAJAK, Berdasarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada tanggal 6 Januari 1998 dalam mengantarkan Nota Keuangan RAPBN Tahun 1998/1999 rencana penerimaan PBB dan BPHTB telah ditetapkan sebesar Rp. 3.411.000.000.000,- (tiga triliun empat ratus sebelas milyar rupiah). Sehubungan dengan hal tersebut dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut : Demikian disampaikan untuk dapat dilaksanakan. A.n. DIREKTUR JENDERAL PAJAKDIREKTUR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN ttd MACHFUD SIDIK